Kota Pekalongan – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekalongan mengikuti kegiatan Refleksi Akhir Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Tengah secara virtual, pada Rabu malam (31/12).
Kegiatan tersebut diikuti langsung oleh Kepala Lapas Pekalongan, Teguh Suroso, yang didampingi oleh pejabat struktural dari Aula Ki Hajar Dewantara Lapas Pekalongan. Keikutsertaan ini merupakan bentuk komitmen jajaran Lapas Pekalongan dalam mendukung evaluasi dan peningkatan kinerja pemasyarakatan.

Refleksi Akhir Tahun 2025 diikuti oleh seluruh Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di lingkungan Kanwil Ditjenpas Jawa Tengah. Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi capaian kinerja selama tahun 2025, mengidentifikasi berbagai tantangan yang dihadapi, serta menyusun langkah-langkah strategis guna memperkuat akuntabilitas kinerja dan meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan.

Dalam arahannya, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Tengah, Mardi Santoso, menyampaikan bahwa refleksi akhir tahun merupakan momentum penting untuk melihat kembali perjalanan kinerja pemasyarakatan secara objektif dan terukur.

“Refleksi akhir tahun ini menjadi sarana evaluasi atas capaian yang telah diraih sekaligus pembelajaran atas berbagai kekurangan, sehingga ke depan seluruh UPT Pemasyarakatan dapat bekerja lebih efektif, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik yang semakin baik, ” tegas Mardi Santoso.
Pada kesempatan tersebut, Lapas Pekalongan juga menerima penghargaan sebagai Terbaik III dalam keberhasilan pencegahan penyakit menular dan penanganan kesehatan jiwa pada Warga Binaan Pemasyarakatan di lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Tengah Tahun 2025.
Dengan mengikuti kegiatan Refleksi Akhir Tahun 2025 ini, Lapas Pekalongan berkomitmen untuk terus meningkatkan kinerja, profesionalisme, serta mendukung terwujudnya tata kelola pemasyarakatan yang transparan dan akuntabel di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, khususnya di wilayah Jawa Tengah.
(Lapas pekalongan)
