Optimalkan Pembinaan Kemandirian, Lapas Pekalongan Tambah 1.000 Baglog Jamur Tiram

    Optimalkan Pembinaan Kemandirian, Lapas Pekalongan Tambah 1.000 Baglog Jamur Tiram
    Optimalkan Pembinaan Kemandirian, Lapas Pekalongan Tambah 1.000 Baglog Jamur Tiram

    Kota Pekalongan – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekalongan terus berkomitmen meningkatkan kualitas pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui penambahan 1.000 media tanam (baglog) jamur tiram yang dilaksanakan oleh Seksi Kegiatan Kerja (Giatja) pada Sabtu (10/01) di area kegiatan kerja Lapas Pekalongan.

    Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB ini diawali dengan kedatangan satu unit mobil bak terbuka yang mengangkut 1.000 baglog jamur tiram siap budidaya. Sejumlah WBP yang mengikuti program pembinaan kemandirian turut terlibat aktif dalam proses penurunan baglog dari kendaraan hingga ke lokasi budidaya.

    Selanjutnya, baglog disusun secara rapi pada rak-rak kayu yang telah dipersiapkan sebelumnya. Penataan dilakukan dengan memperhatikan teknis budidaya yang benar agar pertumbuhan jamur tiram dapat berlangsung secara optimal.

    Seluruh rangkaian kegiatan tersebut mendapat pengawasan langsung dari Kepala Seksi Kegiatan Kerja (Kasi Giatja) Lapas Kelas IIA Pekalongan, R. Arif Hermawan, bersama jajaran Bimbingan Kerja (Bimker). Pengawasan dilakukan guna memastikan kegiatan berjalan sesuai prosedur, serta tetap memperhatikan aspek keamanan dan ketertiban di lingkungan Lapas.

    Usai proses penataan, warga binaan dan petugas Bimker mendapatkan sosialisasi budidaya jamur tiram dari Komunitas Petani Jamur Doro. Dalam kegiatan ini, warga binaan dibekali pengetahuan praktis terkait teknik perawatan, pemeliharaan, hingga potensi pengembangan usaha jamur tiram sebagai bekal keterampilan setelah selesai menjalani masa pidana.

    Kepala Lapas Pekalongan, Teguh Suroso, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Lapas Pekalongan dalam menciptakan pembinaan yang produktif dan berkelanjutan.

    “Penambahan baglog jamur tiram ini merupakan bentuk komitmen kami dalam mengoptimalkan pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Harapannya, mereka tidak hanya memiliki aktivitas positif selama menjalani pidana, tetapi juga memperoleh keterampilan yang dapat dimanfaatkan sebagai modal usaha ketika kembali ke masyarakat, ” ujar Teguh.

    Kegiatan penataan dan sosialisasi budidaya jamur tiram berjalan dengan aman, tertib, dan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku.

    (Humas Lapas Pekalongan) 

    pekalongan lapas pekalongan kalapas pekalongan
    Narsono Son

    Narsono Son

    Artikel Sebelumnya

    Wujudkan Hukum Modern, Rutan Pekalongan...

    Artikel Berikutnya

    Pastikan Kinerja dan Keamanan Optimal, Rutan...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Blok M, Magnet Ekonomi Kreatif Baru Jakarta
    Anggaran Rp268 T untuk Makan Bergizi Gratis Dongkrak Ekonomi Petani dan Nelayan
    Anak Indonesia Terlindungi, Menkomdigi Tegaskan Tak Ada Kompromi untuk Platform Digital yang Tidak Taat PP Tunas
    Rp268 Triliun untuk Makan Bergizi Gratis, Ini Skema Detail Anggarannya!
    120 Huntap Bencana Tapanuli Selatan Siap Dihuni, Jadi Pilot Project Nasional

    Ikuti Kami